Sebabnya Berkali-kali Allah Temukan Kita Dengan Seseorang Yang Kita Anggap Salah

Motivasi

Satu ketika, kita bersiap pakai baju yang cantik-cantik. Pakaian wangian yang harum, berharap hari semakin cerah. Tiba-tiba turun sang hujan. Hati kecewa.

 

Kita sangka cerahnya keadaan kerana mentari. Rupanya cahaya malam itu lebih indah. Begitulah hidup, berkali-kali Allah temukan kita dengan seseorang yang kita anggap salah.

 

Salah pada pandangan kita dan pesepsi. Kita di temukan dengan seseorang buat hati kita kecewa. Dalam kita tak sedar, di sebalik kecewanya kita Allah nak didik hati kita kuat semangat dan redha ketentuannya. Bila hadirnya ujian seterusnya hati yang kecewa itu buatkan insan lebih tabah.

 

Allah temukan dengan kita rasa gembira dan sayang. Kita rasa ianya rasa yang seharusnya kita lalui setiap hari. Tetapi kita silap ianya juga ujian untuk kita. Rasa gembira dan sayang itu penuh dengan onak berduri,rasa kecintaan pada manusia itu lebih dari segalanya. Kita khilaf dan lakukan banyak pekara lagha.

 

Allah hadirkan berkali-kali di sakiti. Sayangnya kita tak belajar dari kesilapan. Kita biarkan diri kita di pergunakan, di permainkan. Padahal seharusnya kita pelajari setiap apa yang berlaku. Hati kita ego, marah padahal kita terlalu mengikut perasaan.

 

Allah uji kita melalui emosi dan akal kita.Akal dan emosi kadangkala seiring dan kadang kala bertentangan.

 

lalu di jentikkan dengan ujian dan kesenangan.

 

Allahurabbi. Di saat itu bertalu-talu kita di,uji. Adakah kita hanya mengikut kewarasan kita atau terlalu terikut dengan emosi.

 

Ikut hati mati, ikut emosi binasa.

 

Maka tanyalah pada iman.

 

Andai dirimu di uji, hadirkan hari sepi mu. Di pelusuk malam hari. Berbicara dengan tuhanmu.

 

Luangkan masamu, luangkan mindamu, luangkan bisikan hatimu.

 

Memuji kebesarannya, bercerita denganNya. Menangislah mengadu denganNya.

 

Ada ketika, kita perlu berhenti seketika.

 

Merenungi apa yang berlaku. Ambil masa untuk muhasabah diri dan kembali untuk berjalan kembali. Ada salahnya diri kita, ada silapnya kita.

 

Berhenti menyalahkan orang lain. Berhenti untuk rasa diri betul. Bangkit dan kembali muhasabah diri.

 

Ada ketika kita harus terus berjalan melihat kanan dan kiri melihat mana yang baik dan buruknya. Emosi kita di uji, fizikal kita di uji.

 

Maka ingatlah hidup kita tak pernah bersendirian. Kanan dan kiri tanpa jemu dan leka mencatit apa yang kita lakukan.

 

Allah selalu bersama kita, Allah selalu rindu luahan hati kita. Hanya kita perlukan bentangkan masa untuk berbicara dengan dari hati ke hati.

 

Kerana hati itu Milik Allah dan rasa itu Allah juga yang beri. Jadi jangan kita lupa dan alpa.

 

 

sumber : babab.net

 

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone